Tremendously prodigy

January 26, 2014 at 6:58pm
0 notes

What’s so good about today?

Today, I am literally 19 and alive!

Alhamdulillah thanks a lot, I can’t describe my feelings now. Huehehehehe

But, I didnt find anything that special since hours ago. Ah, looks like I am expecting something too much :)

But me, personally happy because the one I admire say those happy birthday stuff, yup not the first but I am extremely excited.

So far, they are just my international relations mates. Ah, thanks guys. wkwkwkkw I never expect that much though today has not ended yet. There are still hours to say those stuff :P

hahaha thanks to fitri and calis :3 love you to the moon and back. And I am still waiting for beldin, kansha, astrid, mila, maul, ismul, susul, igke, auk, and more. Oh god, I still waiting for my bunches best friends-_- Where are you guys :P

No, just kidding. But, literally and sincerely I hope for your best prayer for our successfulness. Let’s be the one who changes Indonesia into a whole new world. We can do this, guys. What I expected during my 19?

Bismillah:

I want to achieve an outstanding academic result during my 1st and 2nd and the next semester until I graduate from International Relations Universitas Gadjah Mada (literally not Gadjah Mada University)

I want to go abroad literally this year. Aamiin

I can make those plans come true, not just a written plan, just like a real actions. I really do those lans correctly and continuously.

I can fall in love with someone worth to be fell in love with. *ini gimana sih nggie grammarnya acak kadut*

 I want to have business, I can make my own money. I can be more independent.

I want to be with my best friends and bismillah we wont having any trouble ahead.

I want to be skinnier, and thinner. You know, I am literally fat right now. Oh, this is so bad. I can’t live healthy by eating those food that increase my body weight. I should have eaten something more healthy like vegetables. -__-

I hope I can meet Skandar Keynes and he will fall in love with me in the first sight sincerely. Aaak <3

I will meet my budhe wati after years apart kekekekek Aamiin

I will touch snow :3

but, the important point is not those above (expect outstanding academic results) Another important point is, We all can live happily ever after, no more dying children, no more uneducated human being, no more corruption, no more poverty, no more nuclear weapons (since its dangerous impact to our existence and enviroment), no more floods, earthquake, tsunamis, or things like that. I will extremely enjoying peace, or be a peacemaker :) Literally.

Aamiin, Alhamdulillah thanks for every single things You’ve given to me my Lord. This, everything I had now and then are the best things. I Love you :* 

December 30, 2013 at 3:22am
12,846 notes
Reblogged from honeybeekim

Six ways to earn even after death

honeybeekim:

  • Give a copy of quran to someone. Each time one reads from it, you gain.
  • Donate a wheelchair to a hospital. Each time sick person uses it, you gain.
  • Participate in building a masjid.
  • Place watercooler in a public place.
  • Plant a tree. You gain whenever a person or animal sits in its shade or eats from it.
  • And the easiest of all, share this message with people. Even 1 applies any of the above, you gain.

(via nabiilabee)

November 3, 2013 at 9:19am
0 notes

Dingin ya.
Memang sedingin ini ya.

Kok tiba tiba saya merindu?
Rindu pada seorang pelukis kenangan. Rindu pada seorang rentenir perhatian.

Siapa lagi kalau bukan….
Ah lupakan, saya baru saja membual.

"Kata kata yang sedikit gila, tapi ini adanya"

"Ku bahagia kau telah terlahir di dunia. Dan kau ada diantara milyaran manusia. Dan ku bisa dengan RADARku menemukanmu"

October 19, 2013 at 3:02pm
0 notes

Jangan tanya kenapa. Tapi untuk saat ini saya memang sedang tidak berminat menjalin hubungan spesial dengan siapapun, kecuali….

Allah SWT 

Tanggung jawab saya sebagai seorang muslim masih banyak, dan saya rasa untuk saat ini saya takut tidak bisa membagi cinta saya dengan adil. Dan, bukankah terlalu egois untuk saat ini dalam keadaan yang masih labil dan tidak pasti saya lancang mengambil keputusan untuk membagi fokus pikiran saya untuk seseorang?

Mungkin terdengar klasik dan berlebihan. Tapi, saya benar benar tidak tertarik sama sekali untuk menjalani sebuah hubungan dalam waktu dekat ini. Karena tanggung jawab saya sebagai hamba yang masih panjang.

Biarkan saya mencintai Allah hingga sempurna, dan baru saya akan berusaha membangun hubungan dengan seseorang. Toh, saya tidak mau merusak citra saya yang telah saya bangun selama ini. Citra sebagai seseorang yang tidak pernah menjalin hubungan dengan siapapun sejak lahir. Saat ini beginilah keadaanya. Entah dua atau tiga bulan lagi

Allah Maha membolak balikan hati…

October 16, 2013 at 10:30am
0 notes

Petrichor

Wed, October 16th ’13

Masih dengan suhu dan orang yang sama. Yaitu saya

Malam ini kerinduan saya akan petrichor terbayar sudah. Ini adalah pertama kalinya saya mencium wangi petrichor Jogja dan dalam kondisi yang sama, masih stuck dengan belitan belitan tugas yang simpel tapi saya rasa saya terlalu berlebihan karena deadline masih 3 jam lagi, dan saya hanya memandang kosong layar laptop saya yang menampilkan ms. Word kosong melompong.

Bau petrichor disini sedikit berbeda, entah kenapa. Petrichor di Semarang lebih semerbak dan tajam. Lebih indah dan manis. Mungkin karena suhu di Semarang sudah setara dengan oven yang siap membakar kulit anda tiap kali tersentuh cahaya matahari.

Dan yang jelas, petrichor di Semarang lebih berbeda. Entah kenapa setiap saya mencium petrichor selalu terbesit cerita-cerita lalu. Selalu… Dan mungkin itu alasan kenapa saya sangat menyukai hujan malam hari tanpa listrik padam. Atau lebih tepatnya, merasakan hujan malam hari dengan petrichor yang berbau tajam dan saya yang berada di luar ruangan dengan orang terkasih. Indah..

Tentunya bukan dengan kekasih saya, lhawong saya hidup meny-singel sejak lahir. Saat ini sepertinya “masih” belum tertarik dalam menjalin hubungan.

Terlepas dengan lokasi dan umur, semuanya masih sama. Saat saat petrichor tertahan di pangkal hidung, semua kenangan, perasaan, kerinduan, masih sama sejak tiga tahun lalu. Sama persis.

Bedanya, kita berdua tidak bisa mencium petrichor dalam rentan waktu yang sama. Bedanya, ketika saya disini sibuk menyesap petrichor entah anda sibuk bermain dengan apa. Bedanya, ketika saya asik merangkai kata untuk tulisan di tumblr sayaa, entah anda mungkin sudah tertidur pulas. Malam :)

October 14, 2013 at 1:08pm
0 notes

Urusan hati

Banyak yang datang, namun hati memilih untuk pura pura sibuk. Masih sibuk menanti seorang sosok yang bahkan tidak mungkin singgah. Hebat, menyakiti banyak pihak untuk seseorang yang bahkan tidak menyadari kehadiran-mu sama sekali. Sedih, ya

Mungkin kamu butuh belajar untuk memahami dan menyadari sosok lain yang menunggu di luar pintu, yang setia mengetuk tiap kali kamu pura pura sibuk.  Hidup dalam balutan kenyataan yang lebih nyata. Bukan hidup dari ekspektasi semu tak berujung.
Boleh mendamba, namun bukankah mereka yang berusaha juga patut didambakan?

Belajar ya, nggie. Hidup tidak selebar daun kelor

October 10, 2013 at 6:24am
0 notes

Trauma tidak lantas membuat anda menjadi terbelakang *selfreminder

October 6, 2013 at 3:23pm
0 notes

Hidup saya itu semacam teori tanpa aksi.

Ngomong mulu, mimpi ini itu tapi males tetep nempel. Bete.

Ya Allah, Anggie sudah kuliah tapi kenapa tetep males-malesan gini ya? *tanyakan pada dirimu sendiri, nggie*

Tiap hari aja ngomong ntar malem tidur jam 9.

Kenyataanya jam 1 masih di depan laptop dan “Ah, habis ini mau tidur” sambil nyesep kopi. Puuurrrfeeect

Bukan, saya bukan pecinta kopi. Ini hanya kebetulan saya lagi ngopi aja, habis baca komik 6 biji dan membiarkan Dinamic of Diplomacy tergeletak tak berdaya di atas kasur. Sempet, ya.

niat mana niat *ngrogoh saku*

Niat saya entah ditelan siapa akhir akhir ini hanya muncul ketika sedang dalam jiwa yang membara karena konspirasi kemakmuran otak *hapaseeh, lay*

Hidup saya belum sepenuhnya dimulai ternyata, saudara saudara…

Anggie jiwanya hidup tapi saat ini otaknya masih redup karena keterbelakangan mental.

Keterbelakangan mental karena gak niat dan males. Fyuuhhh Klasik.

Formatin rasa males dong kalau bisa ilangin dan jangan sampe balik lagi, Nggie.

Pada dasarnya apapun yang terjadi pada saya tetep saya yang memegang kendali bukan?

Night. Pointless, clueless, and stupid tragedy.

October 2, 2013 at 3:19pm
0 notes

Cin’ta: sayang sekali: suka sekali by anggieaditya

Bukti nyata dari cinta adalah rela berkorban - Mr. Malik Abdul Usman 

Bener. Banget.

Walaupun saya tidak tahu dan tidak yakin bagaimana rasanya jatuh cinta. Yang saya tahu, ibu saya yang begitu mencintai saya hingga rela berkorban demi masa depan saya yang saat ini saya sendiri saja masih tertatih-tatih menata mimpi saya. Hebat.

Konsekuensi saat mengatakan cinta itu berat, harus setia dan tulus mencintai seumur hidup - Mr. Malik Abdul Usman


Iya.

Dan entah kapan, sepertinya saya tidak sebegitu berani mengatakan cinta dan segala tetekbengeknya. Tapi, saya bahkan berani menjamin akan ketulusan cinta saya kepada ibu saya. Apa yang perlu anda ketahui tentang cinta adalah

Cinta tidak harus dikatakan, cukup dengan perbuatan, cukup dengan ketulusan, kesetiaan dan percikan rindu - Anggie Aditya Murti


Oh mungkin saya akan meralat sedikit, ternyata saya telah merasakan cinta. Cinta kepada keluarga saya. Sangat cinta.

Untuk cinta dalam konteks tanda kutip, saya bahkan tidak yakin pernah mencintai seseorang. Oh, tidak pernah.

Namun, untuk beberapa alasan terkadang seseorang perlu menyatakan cinta atau perasaanya. Karena terkadang pula, kita buta menilai perasaan orang terhadap kita. Buta dan seolah-olah bungkam, and for the next 5 minutes membuat kesimpulan seenaknya dan terlontarlah kata-kata “PHP”. 

Klasik sih ya, “punya mulut ya buat ngomong, suka sama orang ya ngomong. Cowok bukan?”

Sangat Klasik. Tapi memang benar, terkadang benar dan perlu.

October 1, 2013 at 11:16am
0 notes

Cinta itu rumit.

Rumit, sangat.

"Anak Ilmu Hubungan Internasional seharusnya pinter memanage hubungan" -Anonim

"Biasanya mahasiswa Ilmu hubungan Internasional is bad in relationship. The reason is, terlalu over thinking and berakhir pada power relationship" - Mbak Nana

Tuh, kan rumit.

Sampai saat ini masih gak tahu dan gak bisa bedain mana yang suka, mana yang cinta sama mana yang admiring. Rumit.Beda tipis.

Dan kenapa cinta itu subjektif? 

tau ah ngantuk